Author Archives: Husna Fadhila

About Husna Fadhila

"Orang Lemah yang Optimis, Lebih Baik daripada Orang yang Mampu namun Pesimis. Optimis Dapat Mengubah Kelemahan menjadi Sebuah Kekuatan. " Tetap Semangat untuk menjadi Pribadi yang Lebih Baik

Tinta Jiwa

Standar

Hati getar terasa berbicara

Ketakutan, khawatir dan kini duka

Siksa kala itu bertarung dalam derita

Berada dalam gelapnya kata keluarga

Doaku semoga Tuhan selalu ada

Dalam langkahku bahagia atau air mata

Jasmani bagai hanya bayang tiada makna

 

Tahun-tahun berprofesi penuh tangisan

Pilu dalam kebisuan

Hati dingin dalam harapan

Mencoba tetap hidup walau ketakutan

Di mana saja aku membutukanMu Tuhan

 

Kala itu, duka, air mata

Hingga waktu berbicara

harusnya dari dulu aku paksa bahagia

Kenapa dulu harus berlinang airmata

Karena harapan dan cita-cita hanya angan belaka

 

Malu….harusnya dulu aku bersyukur bahagia

Kala musibah, keluarga bagai hancur seperti apa

Pengecut dalam tangis hampa

Bisu tanpa progres belaka

Anggapku cinta, kasih telah sirna

Karena pisahnya ayah bunda

 

Ternyata ini jawaban Tuhan pada hambanya

Bahagia ternyata mudah adanya

Keluarga bukan hanya kata saudara

Keluarga adalah teman berbicara

Keluarga juga kawan bekerja

Keluagapun tetangga berbagi suka duka

 

Keluarga bukan hanya kata kawan

Jangan jadikan masalah sebagai hambatan

Kita belajar agar kita paham akan kehidupan

hal terbaik kini adalah bersyukur pada ketetapan

Tetap hibur diri tuk lembar-lembar pengorbanan

Tetap yakin rencana terindah dari Tuhan

 

Iklan

Puisi untuk Putra

Standar

Satu hari berpisah denganmu

Satu hari kamu berjalan selangkah di depanku

 

Baru aku sadar…

Toga dan selempang tertuliskan “terbaik”

Membuatku bangga sebagai seorang…entahlah

 

Sahabat akademikku, Putra

Dulu aku  egois

Dulu aku apatis

Kulupakan sahabat sehebat dirimu..

Dulu..waktu bagai kejam menghapus jejak memoriku

 

Satu hari waktu berlalu

Tersadar kata perpisahan

Kan jauh dari pandangan seorang sahabatku..Putra

 

Laki-laki berparas Korea itu benar membuatku jatuh

Jatuh akan kekaguman kacamata nuranimu

Jatuh akan kekaguman kacamata pengetahuanmu

Jatuh akan perjuangan mencapai titik meraih toga mahasiswa terbaik

 

Putra, Sahabat Akademikku..

Mungkin hanya pribadi ini yang  menganggap sampean sahabat,.

Namun biarlah diriku seperti ini

Sukses..doaku untukmu..

Sahabatku putra..(…-..-024)

Sesalku Tiada Hari Esok

Standar

Harusnya aku sadar dari dahulu…

Hingga tak akan pernah ada masa-masa suram yang berlalu

Hingga dulu aku dapat mendengar merdunya kicauan burung itu

Dapat melihat indahnya dunia dengan berbagai pesonanya

 

Andai aku sadar dari dulu…

Mungkin aku tak akan merasa hati sekeras batu

Tutur kata setajam pedang

 

Andai aku sadar dari dulu

Mungkin aku dapat seperti yang lain

Bisa mengenyam pendidikan, duduk di kursi kayu sekolah

Aku dapat berpikir kritis,

Aku dapat bersikap baik..

 

Tapi itu andai..

Umurku tenggelam dalam pesona duniawi

Bersenang-senang menghabiskan pagi ataupun malam

 

Andai aku berpikir lebih jauh..

Aku akan tinggalkan dunia ini dengan kebahagiaan..

Kini waktuku telah usai

Nafasku telah terhenti

Tak ada lagi rasa bahagia dunia

mata kini terpejam tuk selamanya..

Hingga kini…sesalku tiada hari esok.

 

Surat Cintaku

Standar

Bersyukurnya diriku berdampingan dengan tetesan air mata kerinduan

Pancaran wajah indah, terbayang kembali dalam angan diri

Suara khas bersholawat itu terindukan dalam sanubari

Bila berkesempatan…aku ingin kembali memeluk, mencium kembali sang pengisi hati

Benar sejujurnya…aku terlanjur jatuh cinta

Rinduku bagai tiada terbendung

Perpisahan itu yang menyesakan hati, membutakan mata

Rindu yang seringkali membuat jatuh butiran air mata

Sayat-sayat suaranya yang menentramkan kalbu itu, aku rindu..benar-benar rindu

Aku jatuh cinta hingga begitu sulit tuk bangkit melupakannya

 

Gusti Allah..

Aku merindukannya

Jemarinya yang dahulu mencium tanganku dengan sopan, dengan lembut sembari mengucapkan Assalamualaikum

Tetap setiaku menanti kesempatan bertemu sang pujangga hati

Obat penenang ceritan dalam diri

Sang cinta yang tak kusanggka telah bersemayam dalam pribadi

Suaranya dalam belajar tuk beribadah padaMu ya Allah

Geraknya, sikap lembutnya…menentramkan jiwa dan ragaku

Aku yang merindukan tangis, tawa, suara, segalanya yang ada pada dirimu

 

Ya Rabb

Jatuh cinta ini sangat berbeda dan sangat mendalam membekas dihati

Kerinduan ini teringat saat ia bersholawat “Ya Rasulullah salamun alaik..ya Rofii asya ni wadarojii……”

Sangat jelas aku mendambakannya

Cintaku pada sikap mereka yang tiada malu belajar menuntut ilmu..

Belajar beribadah kepadaMu ya Rabb

 

Cintaku..

Anak-anak Madrasah Diniah yang telah berhasil merenggut rasa cinta dan kasihku

Cintaku begitu besar hingga kalian selalu terbayang..susah tuk terlupakan..

 

Ternyata inilah rasa cinta..bukan untuk laki-laki idaman namun cinta itu untuk anak-anakku yang berhasil membuatku takluk kagum dengan ilmu, kegigihan mereka..

Teruntuk cinta kasihku: Santri-santri Madrasah Diniah (MADIN) Al Hikmah, Dsn. Krajan, Ds. Karangmojo, Klego Boyolali

 

 

Karena Perempuan Itu Istimewa

Standar

Dalam perjalanan hidup ini, Husna sering dihadapkan dengan segala hal. Dulu, Husna sering mengeluh pada segalanya. Kenapa hidup Husna seperti ini, kenapa tidak seperti mereka, kenapa seperti ini, itu…

Seiring berjalannya waktu..jawaban itu mulai terbuka sedikit demi sedikit.

Sungguh yang Husna rasakan ketika dekat dengan Gusti Allah membuat Husna selalu terasa tenang.

Jauh berbeda ketika dulu ketika iman Husna turun, dan segalanya terasa sulit.

Dan teringat selalu, tiap Husna menengadahkan tangan. Husna sering meminta untuk didekatkan pada segala kebaikan dan dijauhkan pada segala keburukan. Termasuk soal asmara.

Berpacaran?

Dulu Husna pernah berpikiran demikian. Namun ternyata waktu yang menjawab, dan Gusti Allah ternyata membenci hal tersebut. Dan cukuplah.

Doa Husna, semoga dapat diistiqomahkan untuk menjadi perempuan yang jauh lebih baik untuk masa yang akan datang. Teruntuk ibadah kepada Allah, untuk jodoh Husna, serta untuk anak-anakku kelak.

Beberapa pertanyaan yang dilontarkan.

Kenapa Husna harus berhijab?

Karena Aurat berhak hanya untuk mahramku. Pelan-pelan tapi pasti InsyaAllah.

Kenapa perempuan harus berpendidikan tinggi?

Karena perempuan adalah madrasah pertama untuk anak kita kelak.

Kenapa harus jadi sholeha?

jawabannya, bila belum menikah semoga mendapatkan jodoh yang soleh, remember jodoh kita adalah cerminan diri kita. Tak perlu berpikir terlalu tinggi yang penting sesuai dengan apa yang dapat kita gapai dan jalani. InsyaAllah akan dimudahkan segalanya

Bila sudah menikah, insyaAllah dapat menyempurnakan ibadah suami kita

Sama-sama saling mengingatkan, dan selagi ada kesempatan, ayo ukhti, sahabatiku..mari bersama berjuang, belajar menjadi seorang wanita yang sesuai dengan apa yang Allah perintahkan. Dan semoga segalanya dapat diberi kelancaran. Aamiin.

Karena Mereka

Standar

Ketiga sosok itu yang semakin lama membuatku takut. Satu orang berumur 25 tahun dengan tinggi badan sekitar 168’an berkulit sawo matang dan berbadan standar (tidak gemuk juga tidak kurus). Yang satu berumur 22 tahun berbadan gemuk dan tinggi sekitar 165’an. Dan laki-laki terakhir berbadan kurus dengan tinggi 171.

Mereka bertiga yang aku semakin lama makin mengenal mereka semakin membuatku khawatir, tiap kali mengingat mereka bagai badan ini gemetar dan sering pula sampai meneteskan air mata. Tetesan air mata karena sikap, perilaku mereka padaku.

Hal yang tak pernah terbayang di diriku dapat aku dapatkan. Ada apa dengan mereka…

Kenapa pula gusti Allah mempertemukan aku dengan mereka bertiga..

Karena mereka pula aku bagai tak pernah bisa bebas di duniaku sekarang ini.

 

Kriwul, Laki-laki yang aku kenal 4 tahun lalu. Dia adalah laki-laki pertama yang aku kenal. Laki-laki yang paling sering membutku jengkel pada apa yang ia lakukan. laki-laki yang sering membuat aku menangis. Dari ketiga laki-laki tersebut dialah yang paling teringat dalam pikiranku.

Ndut, laki-laki ini yang sering mengajakku emosi karena egonya, sikapnya, perkataannya, sifatnya, dan segala hal yang selalu membuat aku semakin memanas tiap kali bertemu dengannya. Dulu sering aku menarik rambutnya karena kejengkelanku padanya.

Cungkring, laki-laki ini bagai lawan tandingku. Ketika berdiskusi dengan teman lain dialah yang paling ingin aku kalahkan. ya..meski dia pintar dalam berdialegtika tapi aku harus lebih pintar darinya. ya I can do!!!

 

Gusti Allah Maha Adil, dan Maha Segalanya..

Thanks Allah, Ya Rabb. My Love, My God

 

Ketiga laki-laki yang sering membuatku jengkel, marah, hingga menangis adalah sahabat-sahabatku.

Bersyukurnya aku dipertemukan dengan mereka bertiga. Sesosok yang menghiburku hingga seringkali aku harus meneteskan airmata karena bahagiannya aku.

Setelah hampir empat tahun ini aku bersama mereka dan tinggal menunggu waktu tuk wisudaku. Harapanku adalah aku tetap bisa bersama mereka. Sosok hebat yang selalu mengagumkan, menjengkelkan, dan menarik.

Bila boleh aku meminta… aku tak ingin waktu berputar cepat. Aku tak ingin dipisahkan oleh pahlawan, keluarga, saabatku. Kalian bertiga yang selalu mengisi kekosongan dalam hidupku. Thanks All. 

#P.M #M.R #A.W.U.Z

 

Ketenanganku Karena Dekat denganNYA

Standar

Saat-saat aku meneteskan mata karena sebuah hal tak berguna utamanya soal asmara adalah sebuah kebodohan.

Doa ini teruntuk pada pribadi agar senangtiasa dijauhkan pada segala keburukan dan didekatkan pada segala kebaikan.

 

Menjadi seorang wanita, Salahkah?

Tak ada yang pernah salah, kita dilahirkan menjadi seorang wanita karena semua telah  menjadi hal terbaik yang diberikan Gusti Allah.

 

Hai Sahabatiku..

Kita adalah seorang wanita. Segala pilihan ada ditangan kita termasuk soal asmara.

Banyak Adibah temui dan bahkan pernah saya rasakan sendiri. “Jatuh Cinta pada seorang Pria”, Salahkah?

Tak ada yang salah apabila kita jatuh cinta pada seorang laki-laki. yang salah adalah ketika seorang perempuan memaksakan diri untuk diterima oleh seorang laki-laki yang bukan mahram.

 

Sahabatiku…

Melalui sedikit tulisan ini, Adibah hanya mengajak kepada sahabatiku agar kita senantiasa menjaga apa yang memang harus kita jaga. Jaga kita dari Zina. Ingat… di dunia ini wanita sholehah adalah sebaik-baik perhiasan dunia.

Keep Fight untuk menjadi lebih baik lagi.

Yuk saling mengingatkan untuk menjadi wanita yang hebat khususnya disisi Ibadah kepada Allah. Ingat…jodoh kita adalah cerminan diri kita..

yuk berubah sedikit demi sedikit.. semoga gusti Allah selalu menuntun kita kepada kebaikan.

#bersambung

 

Note: Adibah Husna